Sabtu, 13 Februari 2010

My expectation to get Picanto from Gramedia


Dalam 2 bulan terakhir saya belanja buku dan DVD di Gramedia for social interest. Saat bersamaan ternyata ada undian yang dipersembahkan oleh pihak Gramedia untuk memperingati hari ulang tahun Gramedia yang ke-40 dengan ketentuan setiap pembelian seratus ribu akan mendapatkan nomor cantik tertera di struk pembelian. Dan selanjutnya mengisi formulir untuk data base dan juga mengirimkan sms Nomor cantik tersebut ke 9333 dengan ketentuan ketik nama spasi Gramedia spasi #(Nomor struk).

Setiap saat saya mengharapkan dan have a dream to win this prize. Memang ada banyak hadiah yang ditawarkan diantaranya 6 buah mobil Kia - Picanto, 100 Laptop toshiba, 100 Blackberry dll. Satu harapan saya semoga bisa mendapatkan hadiah mobil picanto. Saya berdoa harapan saya menjadi kenyataan. Semoga yang menguasai semesta alam mendengar doa yang menjadi dream saya.

Saya yakin bahwa ada keterkaitan atau hubungan antara energi-energi di alam semesta ini, termasuk manusia yang memiliki energi pikiran dan juga energi yang terwujud dalam keyakinan hati. I also believe the power of dream. Saya membayangkan bahwa mobil itu bisa menjadi miliku suatu saat nanti. Dengan penuh harapan dan semangat, Saya mencari informasi dan mendownload mobil KIA - Picanto dengan beberapa pilihan warna. Warna kuning sekarang saya tampilkan menjadi wall paper dekstop di Laptop saya. Kalau ada pilihan warna merah saya akan milih warna merah sebagai hadiah. Berikut saya tampilkan Gambar Mobil Kia warna merah yang menjadi dream saya. Saya setuju warna merah atau kuning tidak jadi masalah atau mungkin nanti panitia penyelenggara yang menentukan. Yang terpenting saya berharap bisa manjadi salah satu pemenang dalam door prize tersebut.

Akankah Penguasa semesta alam ini mendengarkan doa dan harapan saya? Can I reach my dream to have that car? Tanggal 28 Februari 2010 akan menjadi penentuan, saat pengundian Gramedia itu dilaksanakan di Jakarta. Saya sudah bermimpi ( have a dream ) dan melihat nama saya dalam daftar nama pemenang Undian memeperingati Ulang tahun Gramedia yang ke-40 tersebut.

Jika Seandainya doa dan harapan saya terkabul, saya mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah mendoakan saya, saudara dan teman - teman saya. Kalau benar saya dapat hadiah tersebut, tak akan lupa membagikan kepada mereka yang berhak mendapatkannya. Dan Tak akan lupa pula memberikan bagian kepada mereka yang perlu dibantu.

I hope my dream comes true...comes true....comes true...comes true....comes true....comes true...

Semoga Allah, Tuhan semesta alam mendengar. Kuberserah dan penuh harapan , saya yakin dan percaya atas kebesaran -Nya dan keterkaitan antara energi di Alam Semesta. Saya mengajak kita sekalian, termasuk diri saya sendiri, marilah kita yakin akan kebesaran yang ada di alam semesta ini. Rajinlah membaca buku dan kayakan pikiran anda dengan ilmu pengetahuan terutama buku motivasi dan dream.

Dari saya, seorang hamba manusia, salah satu, bagian terkecil, dari sekian banyak energi di alam semesta.


H. Afandi.
I believe this world is magnificent. I believe I can get it.







Jumat, 29 Januari 2010


Ganesa Selalu Sukses Dengan Program - Programnya.

Kamis, 31 Desember 2009

Sejarah Batik Nusantara

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.

Perkembangan Batik di Indonesia
Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Proses pembuatan batik
Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

batik

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.

Batik Pekalongan
Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah – daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.

Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

museum-batik-pekalongan

Musium batik Pekalongan
Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.

Sehubungan dengan itu beberapa jenis motif batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut yang kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Motif itu, yaitu batik Jlamprang, diilhami dari Negeri India dan Arab. Lalu batik Encim dan Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Cina. Batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.

Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai KOTA BATIK. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.

Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.

Sabtu, 26 Desember 2009

batik

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktobe